Sebahagian AJK Muslimin sesi 12/13 dan sesi 13/14 ketika Muktamar Tahun Lepas Sebahagian AJK Muslimat sesi 12/13 dan sesi 13/14 ketika Muktamar Tahun Lepas PERPPIS!!! Gambar FB PERPPIS TAWAU

AQIDAH ISLAM JALAN LURUS MENCAPAI KEBAHAGIAN



Siapapun orang di kalangan kaum muslimin pasti pernah mendengar kata ‘aqidah’. Di berbagai kesempatan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat keagamaan perkataan ini sering terucap. Bahkan para ustaz, kiyai dan da’i menyatakan bahwa aqidah merupakan dasar pembangunan Islam.
Apa sebenarnya faedah dan keutamaan dari aqidah Islam itu ? tulisan berikut akan sedikit mengulas tentang hal tersebut.
Bilal adalah seorang budak hitam milik seorang qurays yang bernama Umayah. Ketika terbit cahaya Islam, Bilal merupakan salah seorang yang Allah beri hidayah untuk merasakan cahaya Islam tersebut. Beliau bersaksi bahwa tidak ada penyembahan yang benar kecuali Allah. Kian hari semakin kukuh dan subur benih Islam di hati beliau. Sampai suatu ketika tuan beliau yang masih kafir mengetahui keislaman beliau dan murka. Bilal dipaksa untuk kembali kepada kekafiran dan beribadah kepada beragama penyembahan yang ada.
Iman yang bersemayam di hati Bilal membuatnya tegar menghadapi berbagai siksaan yang luar bisa kejamnya. Bilal disiksa dengan dijemur di tengah terik matahari padang pasir, ditindih tubuhnya dengan batu besar dan disiksa dengan berbagai siksaan lain yang luar biasa kejam. Namun di saat diuji dengan siksaan itu, hati beliau merasakan sejuknya sebuah keimanan, sehingga terlontar dari mulut beliau yang mulia….Ahad (Allah Maha Esa)…Ahad… Kita akan terhairan, dan mungkin akan segera bertanya mengapa Bilal dan para sahabat yang lain begitu tegarnya menghadapi ujian, intimidasi dan siksaan yang seberat itu ? Jawabnya adalah, karena mereka telah mendapatkan sebuah kebahagiaan yang hakiki.
Kebahagiaan yang tidak banyak difahami oleh kebanyakan orang. Kerana umumnya manusia menyatakan bahawa bahagia itu adalah kekayaan yang melimpah, rumah indah, kendaraan mewah dan terpenuhinya segala fasiliti keduniaan. Memang itu semua adalah pendukung kebahagiaan di dunia, namun dalam dataran kehidupan, kita banyak menemukan orang yang telah terpenuhi segala materi dunianya tetap saja merasakan kesempitan hidup, tidak tenang, stress, bahkan tak jarang mengakhiri kehidupannya dengan bunuh diri… naudzubillah min dzaalik. Inikah kebahagiaan ?
Mungkin ada pula yang akan berkata, kalau demikian bahagia itu harus meninggalkan urusan dunia, hidup miskin, mengembara, tidak usah punya isteri dan keluarga atau…………? Itu juga bukan sebuah kebahagiaan yang benar, karena kebahagiaan bisa dinikmati oleh si kaya maupun si miskin, tua atau muda dan segala kalangan.
Berkaitan dengan hal ini para ulama mendefinisikan, kebahagiaan adalah ketenangan hati, lapangnya dada, dan merasa cukup dengan pemberian Allah. Itulah kebahagiaan, dan segalanya hanya bisa diraih dengan keimanan yang benar, sebagaimana sabda Nabi .shallallaahu alaihi wasallam “Sungguh menghairankan perkaranya orang mukmin, karena setiap perkaranya akan baik baginya, apabila dia mendapatkan kenikmatan maka dia bersyukur dan itu baik bagi dia, dan apabila ia mendapatkan musibah maka ia bersabar maka itupun baik bagi dia” (HR Bukhari).
Inilah peranan sebuah keimanan atau aqidah yang benar, yang membawakan seseorang kepada kebahagiaan yang sebenarnya. Dunia memang tidak pernah sepi dari kesedihan dan kesenangan, kemudahan dan kesukaran. Menghadapi hal tersebut seorang insan muslim yang beraqidah lurus akan selalu tegar menghadapi goncangan badai kehidupan. aneka ragam musibah, seperti kekurangan harta, kekurangan jiwa (kematian anak atau keluarga), kekurangan bahan makanan, pakaian atau ancaman, insya Allah akan mampu diatasi dengan ketegaran. Di dalam hatinya dipenuhi rasa harap kepada Allah, ketergantungan kepada Allah, tawakkal, sabar , dan redha terhadap ketentuan Allah. Tak goyah imannya dengan ujian-ujian tersebut bahkan semakin kukuh, mendorongnya untuk lebih mendekat kepada Allah dan mengikhlaskan doa hanya kepadaNya semata. Ia mengaplikasikan sabda Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam “Apabila engkau meminta mintalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah.” (H.R. Tirmidzi).
Maka disaat itulah bertambah ketenangan dan kebahagiaan di dalam hatinya, yang kebahagiaan itu tak dirasakan oleh mereka yang tak kenal akan Tuhannya. Ia pun yakin akan firman Allah : “Apabila Allah menimpakan bahaya kepadamu maka tidak ada yang mampu mengangkatnya kecuali Dia.” (QS Al An ‘am). Hal tersebut di atas berbeda dengan mereka yang lemah aqidah dan imannya. Ujian yang datang sering membuat goncang, putus asa, mengumpat takdir atau terkadang lari kepada hal-hal yang lemah seperti meminta bantuan paranormal atau jin. Insan yang beraqidah lurus akan menjadi pribadi yang penuh dengan keindahan. Hal ini karena jelasnya tujuan hidup yang ia miliki, hendak kemana, untuk apa dan mengapa dia hidup di dunia. Maka jelaslah arah perjalan dia, sangat pasti ia melangkah dan tak ragu-ragu untuk menapak kehidupan. Ia sangat faham dengan tujuan hidup dia…….
“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS Adz dzariyat : 56).
Maka, penggalian nilai-nilai kesempurnaan Islam yang diawali dengan aqidah adalah hal yang tak tertawarkan lagi.
Mari kembali kepada Islam… !
Wallallahu a’lam bish shawab

Adalah kewajipan muslim menyeru orang bukan Islam untuk beriman...



Dalam Quran begitu jelas memberitahu kita, amalan baik orang kafir itu akan menjadi sia-sia di akhirat nanti kalau mereka tidak beriman kepada Allah s.w.t di dunia ini. Dan mereka akan dimasukkan ke dalam neraka kerana enggan beriman kepada Allah.

Tetapi di samping itu ada juga ayat dalam Quran yang menyatakan suatu kaum itu tidak dikenakan azab neraka selagi tidak diturunkan rasul untuk memberi peringatan kepada mereka. Oleh itu zaman yang tidak mempunyai rasul seperti zaman antara nabi Isa dan nabi Muhammad, manusia-manusia yang hidup dan mati di zaman itu adalah terkecuali dari azab neraka, wallahulam.

Tetapi bagaimana dengan orang-orang di zaman itu yang melakukan berbagai kejahatan dan penginayaan terhadap manusia lain di waktu itu, adakah mereka terlepas dari pembalasan? Ada orang alim mengatakan mereka yang melakukan kejahatan di zaman itu tetap mendapat balasan setimpal dengan kejahatan yang mereka telah lakukan di akhirat nanti, kiasnya samalah seperti seekor binatang mencederakan binatang lain di dunia ini. Dikatakan di akhirat nanti, binatang yang dicederakan atau ditanduk itu akan menuntut pembalasan kepada binatang yang mencederakan mereka.

Tanggungjawab menyampaikan atau menyeru manusia agar beriman kepada Allah adalah menjadi kewajiban para Rasul sahaja, kecuali umat Muhammad. Tidak seperti umat-umat nabi yang lain, mereka tidak mempunyai kewajiban lagi untuk menyeru manusia beriman sebaik saja nabi mereka wafat.

Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus untuk umat akhir zaman, tidak ada lagi rasul selepas nabi Muhammad. Oleh itu tugas rasul untuk menyeru manusia beriman setelah nabi Muhammad wafat dipikul oleh orang Islam sendiri. Menyeru orang bukan Islam untuk beriman adalah menjadi tanggungjawab dan kewajiban orang Islam sendiri. Setiap kita orang Islam akan ditanya di akhirat nanti tentang kewajiban kita ini. Sudahkah kita telah menjalankan tugas yang diamanahkan oleh Allah ini?

Apakah jawapan yang dapat kita berikan kepada Allah di akhirat nanti, bila orang bukan Islam yang menjadi jiran kita mengadu kepada Allah, kita tidak pernah menyeru mereka untuk beriman?

Orang-orang bukan Islam yang tidak sampai seruan Islam ini, ataupun orang Islam sendiri tidak pernah menyeru mereka untuk beriman kepada Allah, sudah tentu mereka tidak akan dikenakan azab neraka oleh Allah. Mereka itu sama seperti manusia di zaman jahilliah yang tidak mengerti apa-apa.

Tetapi kepada orang-orang bukan Islam yang telah diserukan Islam kepada mereka dan telah diajak beriman kepada Allah, dan kemudian mereka menolaknya. Maka mereka pasti akan masuk ke neraka, sekalipun mereka telah melakukan amal-amal yang baik di dunia ini. Di sisi Allah, amal-amal baik mereka itu sama seperti debu-debu yang berterbangan saja.

Tips Meringankan Tekanan Semasa Ditimpa Ujian





1) Musibah yang berlaku itu bertujuan menghapuskan dosa. Firman Allah dalam surah al- Syura ayat 30 : Maksudnya: 


"Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan(atau bala bencana) maka ia adalah disebabkan apa yang kamu lakukan (dari perbuatan-perbuatan yang salah dan berdosa)dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa kamu."

2) Musibah itu menyebabkan seseorang itu mendapat darjat yang tinggi di sisi Allah. Nabi saw bersabda yang bermaksud : 


"Tidaklah seorang Muslim ditimpa penyakit, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya."

3) Ujian yang berlaku menyebabkan seseorang itu ingat kepada Allah SWT

4) Bayangkan nikmat-nikmat Allah SWT kepadamu sebelum ini.

5) Mengingatkan dirimu pada ujian yang menimpa orang lain yang jauh lebih berat daripada apa yang kamu deritai.

6) Ujian yang berlaku tanda Allah cinta padamu. Sabda Nabi SAW yang bermaksud :


"Barang siapa dikehendaki Allah baginya kebaikan, maka akan diberikan cubaan padanya." (Riwayat al-Bukhari)

KAMI....

Assalamualaikum w.b.t aLhamduLiLLah... tinggal 3 haRi lagi Kursus Amal Islami (KAMI) akan berLangsung...
haRapan, semoga program ini akan berlangsung dengan jayanya Amin~...
kepada peserta yang mengikuti program ini.. diharap kalian semua akan bersedia dari segi fizikal dan mental..
(KAMI) adalah program yang bertujuan untuk mentarbiyah jiwa-jiwa antara ajk pelaksana dan peserta dalam memahami konsep islam yang sebenarnya. Di samping itu, program ini juga dapat membantu muslimin dan muslimat tentang sesuatu perkara yang baru dan tidak pernah mereka ketahui berkenaan islam sebelum ini.

7 Cara Bersahabat Kerana Allah


1.Memberitahu temannya bahawa dia kasih dan suka kepadanya
Nabi Muhammad S.A.W bersabda
'Jika seseorang kasih kepada seseorang makan hendaklah dia memberitahu temannya'
(HR Abu Daud)

2.Apabila berpisah dengan seseorang maka hendaklah dia mendoakan sahabatnya tanpa pengetahuannya
Nabi Muhammad S.A.W bersabda
'Setiap hamba muslim yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuannya pasti akan didoakan malaikat dengan berkata engkau juga akan mendapat seumpamanya'
(HR Muslim)

Photobucket

3.Sentiasa bermanis muka ketika berjumpa sahabatnya
Nabi Muhammad S.A.W bersabda
'Janganlah kamu meremehkan kebajikan sedikit pun , sekalipun dengan berjumpa temanmu dalam keadaan wajah yang ceria'
(HR Muslim)

4.Segera bersalaman ketika bertemu dengan temannya
Nabi Muhammad S.A.W bersabda
'Setiap dua orang Islam yang berjumpa dan bersalaman pasti akan diampunkan dosa keduanya sebelum mereka berpisah'
(HR Abu Daud)

5.Amalan ziarah-menziarahi
Nabi Muhammad S.A.W bersabda
'Hendaklah kamu menziarahi sesekali nescaya akan menambas kasih sayang antara kamu'

6.Memberi Hadiah
Nabi Muhammad S.A.W bersabda
'Hendaklah kamu saling memberi hadiah nescaya kamu akan berkasih sayang'
(HR Thabrani)

7.Membantu sahabat-sahabatnya dalam kesusahan
Nabi Muhammad S.A.W bersabda
'Orang yang berjalan untuk menunaikan hajat sahabatnya lebih baik daripada orang yang beriktikaf selama 2 bulan'
(HR Hakim)

~aku pasti mati~

Ingin ku Bertanya


Ya Allah..
Ingin ku bertanya..
kenapa diri ini kian hilang.

Ya Allah..
Ingin ku bertanya..
Kenapa hati ini kian kosong...

Ya Allah...
Ingin ku bertanya...
Hitamkah hatiku sarat dengan dosa..

Ya Allah..
Ingin ku bertanya..
Kenapa sukar untuk aku mengalirkan air mata keranamu..

Ya Allah..
Ingin ku bertanya..
Kenapa tatkala aku sujud
hatiku tidak bersamaMu



Ya Allah..
Ya Allah..
Ya Allah..Jajarkan ke Tengah
Bantulah aku menyucikan hatiku
seperti sucinya kalam mu...
Bantulah kami..

~Aku Pasti Mati~

invisible enemy







Hari ini saya kira ada pengajaran baru.

Bahawa syaitan itu sangat kretif dalm gerak kerja, dan nafsu itu sangat liar jika tidak dijaga dengan bersungguh.

Tak perlu berfikiran skeptikal dan prejudis dalam memulakan amal atau melakukan sebarang pekerjaan.

Misalnya,

"Apa yang aku dapat? letih dengan penat?"

"Ah, banyak lagi kerja lain.. ada manfaat ke?"

"Aku dah penat, cari orang lain la.."

Itu mungkin antara bisikan-bisikan halus dalam kita bersungguh untuk memberi, kemudian akal mula memikirkan seribu alasan untuk mengelak dan melepaskan diri.

Sebab itu saya katakan syaitan itu sangat kreatif dan nafsu itu sangat liar jika tidak dijaga dan diasuh dengan bersungguh.

Jadi hari ini saya simpulkan dua musuh yang tidak kita nampak ini elok jika tidak dilayan, teruskan saja dengan segala taklifan dan amanah yang diberi. Saya kira jika dilayan bisikan musuh-musuh ini kita tidak kemana.

Memanglah penat sedikit.

Namun, kemanisan ukhuwwah dan kenikmatan memberi mampu mengalahkan semua bisikan yang terbit daripada dua musuh yang utama ini.

Itulah, jangan dilayan andaian yang melemahkan lebih-lebih bisikan yang mematikan. Terus memberi sepenuh hati, ikhlas pastinya hanya untuk mencari keredhaan ilahi.


"Allah swt telah menyuruh kita menjadikan syaitan sebagai musuh.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu).,

(6 : 35 al-Fatir)

Hidup sebuah perjalanan.



Mengikut para ulama, syaitan akan menguasai tubuh badan manusia melalui sepuluh pintu: -sumber

1. Melalui sifat bohong dan angkuh

Dua sifat inilah yang amat mudah tersemai dan menyubur dalam diri manusia. Ia berpunca daripada keegoan manusia itu sendiri yang lazimnya akan mudah hanyut ketika dilimpahi kemewahan dan kesenangan.


2. Melalui sifat bakhil dan kedekut

Setiap harta benda dan kemewahan yang diperoleh adalah kurniaan ALlah yang seharusnya dibelanjakan ke jalan yang hak. Ia boleh digunakan untuk membantu kesempitan hidup orang yang memerlukan sama ada melalui kewajipan berzakat atau bersedekah.


3. Melalui sifat takbur dan bongkak

Sifat ini selalunya bertapak dalam diri seseorang manusia yang merasakan dia sudah memiliki segala-galanya dalam hidup ini. Mereka terlupa bahawa kesenangan dan kenikmatan yang dikurniakan itu boleh ditarik oleh Allah pada bila-bila masa saja. ALlah Taala berfirman yang bermaksud: "Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang takbur.'' (An-Nahl:23)


4. Sifat khianat

Khianat yang dimaksudkan bukan sahaja melalui perbuatan merosakkan sesuatu yang menjadi milik orang lain, tetapi juga mengkhianati hidup orang lain dengan tidak mematuhi sebarang bentuk perjanjian, perkongsian dan sebagainya.

5. Sifat tidak suka menerima ilmu dan nasihat

Junjungan RasuluLlah s.a.w. selalu menasihati para sahabat baginda agar menjauhkan diri masing-masing daripada menjadi golongan manusia yang dibenci Allah, iaitu golongan yang tidak suka diri mereka dinasihati atau mendengar nasihat orang lain.


6. Melalui sifat hasad
Perasaan hasad dengki selalunya akan diikuti dengan rasa benci dan dendam yang berpanjangan. RasuluLlah s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud: "Hindarilah kamu daripada sifat hasad kerana ia akan memakan amalan kamu sebagaimana api memakan kayu yang kering " (Riwayat Bukhari dan Muslim).


7. Melalui sifat suka meremehkan orang lain

Sifat ego manusia ini selalunya akan lahir apabila seseorang individu itu merasakan dirinya sudah sempurna jika dibandingkan dengan orang lain. Orang lain dilihat terlalu kecil dan kerdil jika dibandingkan dengan apa yang dia miliki. Abu Umamah pernah meriwayatkan bahawa RasuluLlah s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud: "Tiga kelompok manusia yang tidak boleh dihina kecuali orang munafik iaitu orang tua Muslim, orang yang berilmu dan imam yang adil.'' (Riwayat Muslim).

8. Melalui sifat ujub atau bangga diri

Menurut Imam Ahmad, Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang bermaksud: "Jangan kamu bersenang lenang dalam kemewahan kerana sesungguhnya hamba Allah itu bukan orang yang bersenang-senang sahaja.'' (Riwayat Abu Naim daripada Muaz bin Jabal)


9. Melalui sifat suka berangan-angan

Islam adalah anti kemalasan. Orang yang berat tulang untuk berusaha bagi mencapai kecemerlangan dalam hidup akan dipandang hina oleh Allah dan manusia. Mereka lebih gemar berpeluk tubuh dan menyimpan impian yang tinggi tetapi amat malas berusaha untuk memperolehnya.


10. Melalui sifat buruk sangka

Seseorang yang suka menuduh orang lain melakukan sesuatu kejahatan tanpa diselidiki terlebih dulu amat dicela oleh Islam. RasuluLlah s.a.w. bersabda yang bermaksud: ``Nanti akan ada seseorang berkata kepada orang ramai bahawa mereka sudah rosak. Sesungguhnya orang yang berkata itulah sebenarnya yang telah rosak dirinya.'' (Riwayat Muslim)


~Julianti~copy internet

Wahai Puteri ISLAM


Wahai puteri lihat di sana
Islammu kini ketandusan pembela
Bersama sendu mengalir lesu
Tertunggu-tunggu mujaddid baru
Kembangnya kini diulit sepi
Tiada lagi rijaluddin sejati
Wahai puteri khidmatmu dinanti

Ummah derita engkau pengubatnya
Kelembutanmu penawar sengsara
Engkau penyeri Islam dan tamannya
Tanganmu bakal menggoncang dunia

Namun ingat puteri ilmu perlu dicari
Buat bekalan dalam perjuanganmu nanti
Pembimbing diri dari taghut dibenci
Tuntutlah seikhlas hati

Wahai puteri kau muslimah sejati
Teguhkan iman taqwamu di hati
Taqarrubbillah takhta peribadi
Amalmu menjadi bukti

Sabarmu dikagumi pasrah pada ilahi
Redha menghadapi mehnah rabbulizzati
Usah ditangisi takdir yang sudah pasti
Pengorbananmukan disanjungi

Puteri solehah mujahidah ansarullah
Berbekal iman taqwa sabar dan redha
Berilmu beramal berkhidmat berjuang
Berkorban agar Islam kan gemilang
Bersama puteri Islam takkan sepi
Subur disirami harum mewangi
Wahai puteri kau muslimah sejati

Aku Pasti Mati _Julianti

10 PINTU SYAITAN. AWAS !!!

Pintu-pintu tersebut tidak boleh terbuka kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Syaitan tidak boleh terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara syaitan memasukinya.

Cara syaitan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak.

Pada masa ini kami akan menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar yang setan biasa memasukinya. Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini.

Pintu pertama:

Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki syaitan iaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan baik atau buruk.

Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, syaitan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua:

Iaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merosak akal. Jika akal lemah, pada masa itulah tentara syaitan akan melakukan serangan. Mereka akan mentertawakan manusia jika manusia terbawa amarah. Pada keadaan kita seperti ini, segeralah berwudhu kerana marah terjadi akibat hembusan api jahanam, padamkan dengan air wudhu.

Pintu ketiga:

Iaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat rugi kerana umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat:

Iaitu kenyang kerana telah makan banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan nanti di akhirat.

Pintu kelima:

Iaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya.

Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mahu memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mahu melarangnya dari kemungkaran.

Pinta keenam:

Iaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mahu bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari syaitan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh:

Iaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kedekut), takut miskin dan tidak mahu melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kelapan:

Iaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mahu beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.

Pintu kesembilan:

Iaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakIkat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sukar dicapai oleh akal mereka sehingga menjadikan mereka menjadi ragu dalam masalah paling penting dalam agama ini iaitu masalah aqidah.

Pintu kesepuluh:

Iaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya.

Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeza dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.


Jom Dengar Al-Quran

Listen to Quran

Contact Us

Name

Email *

Message *