Tiap hari kita lihat dengan mata kita sendiri pergaulan bebas yang bukan muhrimnya antara lelaki dan perempuan semakin berleluasa. Perbuatan ini berlaku kerana sikap remaja sekarang yang alpa akan hukum -hakam agama dan sikap inginkan hiburan atau enjoy yang berlebihan sehingga menjadikan diri mereka lalai dalam pergaulan. Sekiranya amalan ini tidak diatasi atau dibendung dengan segera boleh membawa kepada implikasi yang buruk kepada diri, kelurga, masyarakat dan negara.
Antara kesan yang dapat kita lihat sekiranya perbuatan maksiat ini tidak diatasi dengan segera ialah :
Maksiat akan menghalangi diri kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan
Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Tapi ketahuilah, kemaksiatan dalam hati kita dapat menghalangi dan memadamkan cahaya itu. Suatu ketika Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam Syafi’i yang luar biasa. Imam Malik berkata, “Aku melihat Allah telah menyiratkan dan memberikan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat.”
Maksiat akan menghalangi Rezeki
Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan berarti menimbulkan kefakiran. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.” (HR. Ahmad)
Karena itu, kita harus meyakini bahwa takwa adalah penyebab yang akan mendatangkan rezeki dan memudahkan rezeki kita. Jika saat ini kita merasakan betapa sulitnya mendapatkan rezeki Allah, maka tinggalkan kemaksiatan! Jangan kita penuhi jiwa kita dengan debu-debu maksiat.
Maksiat membuat kita berjarak dengan Allah.
Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang arif tentang kesunyian jiwanya. Sang arif berpesan, “Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah perbuatan dosa itu. Dalam hati kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas dosa.”
Maksiat membuat jarak dengan orang-orang baik.
Semakin banyak dan semakin berat maksiat yang kita lakukan, akan semakin jauh pula jarak kita dengan orang-orang baik. Sungguh jiwa kita akan kesepian. Sunyi. Dan jiwa kita yang gersang tanpa sentuhan orang-orang baik itu, akan berdampak pada hubungan kita dengan keluarga, istri, anak-anak, dan bahkan hati nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata, “Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya pada perilaku binatang (kendaraan) dan istriku.”
Maksiat membuat sulit semua urusan kita
Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka kemaksiatan akan mempesulit segala urusan pelakunya. Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap gulita. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk.”
Jika kita gemar bermaksiat, semua urusan kita akan menjadi sulit karena semua makhluk di alam semesta benci pada diri kita. Air yang kita minum tidak ridha kita minum. Makanan yang kita makan tidak suka kita makan. Orang-orang tidak mau berurusan dengan kita karena benci.
Maksiat melemahkan hati dan badan
Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat, maka kuatlah badannya. Tapi pelaku maksiat, meskipun badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah. Tidak ada kekuatan dalam dirinya.
Lihatlah bagaimana menyatunya kekuatan fisik dan hati kaum muslimin pada diri generasi pertama. Para sahabat berhasil mengalahkan kekuatan fisik tentara bangsa Persia dan Romawi padahal para sahabat berperang dalam keadaan berpuasa!
Maksiat menghalangi kita untuk taat
Orang yang melakukan dosa dan maksiat cenderung untuk tidak taat. Orang yang berbuat masiat seperti orang yang satu kali makan, tetapi mengalami sakit berkepanjangan. Sakit itu menghalanginya dari memakan makanan lain yang lebih baik. Begitulah. Jika kita hobi berbuat masiat, kita akan terhalang untuk berbuat taat.
Maksiat memperpendek umur dan menghapus keberkahan
Pada dasarnya, umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Padahal, tidak ada kehidupan kecuali jika hidup itu dihabiskan untuk ketaatan, ibadah, cinta, dan dzikir kepada Allah serta mencari keridhaan-Nya.
Jika usia kita saat ini 40 tahun. Tiga per empatnya kita isi dengan maksiat. Dalam kacamata iman, usia kita tak lebih hanya 10 tahun saja. Yang 30 tahun adalah kesia-siaan dan tidak memberi berkah sedikitpun. Inilah maksud pendeknya umur pelaku maksiat.
Sementara, Imam Nawawi yang hanya diberi usia 30 tahun oleh Allah swt. Usianya begitu panjang. Sebab, hidupnya meski pendek namun berkah. Kitab Riyadhush Shalihin dan Hadits Arbain yang ditulisnya memberinya keberkahan dan usia yang panjang, sebab dibaca oleh manusia dari generasi ke generasi hingga saat ini dan mungkin generasi yang akan datang.
Maksiat menumbuhkan maksiat lain
Seorang ulama salaf berkata, jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka hal tersebut akan mendorongnya untuk melakukan kebaikan yang lain dan seterusnya. Dan jika seorang hamba melakukan keburukan, maka dia pun akan cenderung untuk melakukan keburukan yang lain sehingga keburukan itu menjadi kebiasaan bagi pelakunya.
Karena itu, jangan sekali-kali mencoba berbuat maksiat. Kita akan ketagihan dan tidak bisa lagi berhenti jika sudah jadi kebiasaan!
Maksiat mematikan bisikan hati nurani
Maksiat dapat melemahkan hati dari kebaikan. Dan sebaliknya, akan menguatkan kehendak untuk berbuat maksiat yang lain. Maksiat pun dapat memutuskan keinginan hati untuk bertobat. Inilah yang menjadikan penyakit hati paling besar: kita tidak bisa mengendalikan hati kita sendiri. Hati kita menjadi liar mengikuti jejak maksiat ke maksiat yang lain.
KEINDAHAN PINTU SYURGA
Keindahan Syurga digambarkan mempunyai 8 pintu yg dibuat daripada emas,perak,belian, manikam dan pelbagai barang yg bermutu tinggi.
Pintu pertama
-Ia tertulis "Tiada tuhan yg berhak disembah selain ALLAH,dan Nabi Muhammad adalah utusannya... .
Itulah pintu untuk para para Nabi Nabi,para Rasul,para Syahid dan para dermawan yang beriman pada Allah... ..
Pintu kedua
-Pintu untuk org yg melakukan solat dgn menyempurnakan solat dan wuduknya...
Pintu ketiga
-Bagi mereka yg tidak lupa pada zakatnya
Pintu keempat
-Pintu bagi mereka yg menyuruh bebuat baik dan mencegah kejahatan
Pintu kelima
-Pintu bagi mereka yg berjaya menahan diri dari menuruti nafsu syahwat kearah kejahatan... .
Pintu keenam
-Pintu mereka yg tlh menunaikan haji dan umrah... ..
Pintu ketujuh
-Pintu bagi mereka yg menyambungkan perjuangan Rasullallah yg berjuang dijln ALLAH
Pintu kelapan
-Pintu bagi org yg menahan matanya dari pandangan yg diharamkan oleh ALLAH,melakukan kebaikan dan kebajikan seperti berbakti kpd kedua ibu bapanya atau org tua serta bergaul dengan baik dgn keluarga dan melakukan perbuatan yg baik-baik
Mentaati Pemimpin
Salam perjuagan....
Dalam kita menguasai sesuatu badan, kumpulan atau organisasi atau menjadi seorang pemimpin, tanggungjawab dan pengorbanan ketua atau pemimpin itu dalam sesuatu badan adalah amat besar dan luas kuasanya. Kuasanya meliputi semua aspek. Namun begitu, artoriti seorang pemimpin pada masa kini kurang menyerlah kepimpinannya seperti pemerintahan beraja di Negara Jepun pada abad ke-19. Di jepun sistem pemerintahan beraja dikuasai oleh shogun tokugawa. kuasa pemerintahannya telah diambil sepenuhnya oleh shogun. Pemerintahan ini berlaku pada zaman dahulu kala.
Kita lihat pemilihan pemimpin atau amir sekarang lebih kepada berat sebelah. Pemilihan pemimpin sekarang sangat lemah dan amat membahaya kerana pemilihan dipilih melalui kekayaan, paras rupa dan seumpamanya dalam melantik pemimpin.
Dalam perjuagan ILMU dan PENGALAMAN adalah faktor yang sangat penting dalam memilih calon sebagai pemimpin atau amir atau ketua dalam sesuatu badan atau organisasi.
Apabila dilanti sebagai ketua ada masanya kita perlu ikut arahannya adakala tidak. Jika tidak bertentangan dengan islam maka ia boleh diikut jika sebaliknya maka jangan.
Mari kita hayati hadis ini :
Diriwayatkan hadith dari Syu'bah hadith dari yahya b Hussein hadith dari neneknya (i.e. nenek Yahya) yg berkata:'Aku mendengar Rasulallah (s.a.w) bersabda: 'Jika dijadikan Amir atas kamu sekelian seorang hamba Habsyi yg cacatpun, maka mendengarkanlah (nasihat dan ketetapannya) dan taatilah (ketetapan, perintah dan suruhannya) selama dia menunjukkan dengan panduan Kitab Allah (a.w) (yakni, al-Quran).' [Hadith ibnu Majah] jelaslah yang wajib kita pastikan bukan rupa bentuk atau keturunan orang yang dilantik sebagai pemimpin atau Imam/Amir itu, tetapi dia menguruskan jema'ah umam (yg kita adalah anggota jema'ah tersebut) dengan berpandukan al-Quran dan as-Sunnah. Kalau dia memerintahkan sesuatu yang ditegah atau bertentangan dgn al-Quran dan as-Sunnah, maka nasihatnya atau perintahnya tak perlu didengarkan dan jangan sekali-kali ditaati. Kerana menentang Allah (a.w) dan Rasulallah (s.a.w) menyebabkan kita tergelincir dari Islam, wal iya zubillah
Dalam kita menguasai sesuatu badan, kumpulan atau organisasi atau menjadi seorang pemimpin, tanggungjawab dan pengorbanan ketua atau pemimpin itu dalam sesuatu badan adalah amat besar dan luas kuasanya. Kuasanya meliputi semua aspek. Namun begitu, artoriti seorang pemimpin pada masa kini kurang menyerlah kepimpinannya seperti pemerintahan beraja di Negara Jepun pada abad ke-19. Di jepun sistem pemerintahan beraja dikuasai oleh shogun tokugawa. kuasa pemerintahannya telah diambil sepenuhnya oleh shogun. Pemerintahan ini berlaku pada zaman dahulu kala.
Kita lihat pemilihan pemimpin atau amir sekarang lebih kepada berat sebelah. Pemilihan pemimpin sekarang sangat lemah dan amat membahaya kerana pemilihan dipilih melalui kekayaan, paras rupa dan seumpamanya dalam melantik pemimpin.
Dalam perjuagan ILMU dan PENGALAMAN adalah faktor yang sangat penting dalam memilih calon sebagai pemimpin atau amir atau ketua dalam sesuatu badan atau organisasi.
Apabila dilanti sebagai ketua ada masanya kita perlu ikut arahannya adakala tidak. Jika tidak bertentangan dengan islam maka ia boleh diikut jika sebaliknya maka jangan.
Mari kita hayati hadis ini :
Diriwayatkan hadith dari Syu'bah hadith dari yahya b Hussein hadith dari neneknya (i.e. nenek Yahya) yg berkata:'Aku mendengar Rasulallah (s.a.w) bersabda: 'Jika dijadikan Amir atas kamu sekelian seorang hamba Habsyi yg cacatpun, maka mendengarkanlah (nasihat dan ketetapannya) dan taatilah (ketetapan, perintah dan suruhannya) selama dia menunjukkan dengan panduan Kitab Allah (a.w) (yakni, al-Quran).' [Hadith ibnu Majah] jelaslah yang wajib kita pastikan bukan rupa bentuk atau keturunan orang yang dilantik sebagai pemimpin atau Imam/Amir itu, tetapi dia menguruskan jema'ah umam (yg kita adalah anggota jema'ah tersebut) dengan berpandukan al-Quran dan as-Sunnah. Kalau dia memerintahkan sesuatu yang ditegah atau bertentangan dgn al-Quran dan as-Sunnah, maka nasihatnya atau perintahnya tak perlu didengarkan dan jangan sekali-kali ditaati. Kerana menentang Allah (a.w) dan Rasulallah (s.a.w) menyebabkan kita tergelincir dari Islam, wal iya zubillah
LEMAHNYA KITA INI
"Bayangkan hanya satu urat dalam perut itu bocor - kami terpaksa memasukkan berbelas 'pain' darah"demikian kami diberitahu oleh Dr Murni dari Hospital Sultanah Aminah. Beliau menceritakan detik detik cemas pembedahan seorang insan beberapa hari yang lepas. Beliau mengalami pendarahan yang banyak apabila membuang air besar. Akhirnya ususnya terpaksa dipotong dan disambung semula bagi memberhentikan pendarahan di dalam ususnya.
Aku termenung. Betapa lemahnya diri ini. Betapa kita sepatutnya bersyukur kepada Allah ke atas semua nikmat yang Allah telah kurniakan kita. Betapa zalimnya kita apabila nikmat yang Allah kurniakan kepada kita namun kita sia-siakan.Hatta,perkara asas seperti sembahyang yang Allah wajibkan pun kita sudah rasa malas. Kalau buat pun rasa terpaksa. Alangkah zalimnya kita ini.Tidak menyedari betapa lemahnya kita ini dan betapa perlunya kita kepada perlindungan Allah SWT.
Aku melangkah keluar dari Hospital dengan penuh keinsafan dan bersyukur aku masih boleh berjalan dan sihat untuk melakukan ibadah kepada Allah swt. Inilah tazkirah paling besar pada hari itu. Sesungguhnya banyak manafaatnya kita akan perolehi apabila menziarahi orang sakit. Pahalanya pun banyak disediakan oleh Allah swt.
"Tidaklah seorang Islam itu menziarahi seorang Islam yang lain pada waktu pagi, melainkan berselawat (berdoa) ke atasnya 70 ribu malaikat sehingga ke petang, dan tidak dia menziarahinya pada waktu malam, melainkan berselawat ke atasnya 70 ribu malaikat sehingga ke pagi, dan baginya buah-buahan yang dipetik di Syurga." ( Riwayat Tirmizi dan Hadis ini bertaraf hassan kata beliau).
Kelebihan Dan Rahsia Disebalik Wudhuk
Sebut sahaja Wudhu, secara asas hambanya akan terpikir fardhu solat. Pernahkah ada terpikir apakah kelebihan wudhu? Maksud wudhu adalah sesuatu perbuatan yang mulia di sisi Allah S.W.T. Ia boleh mendekatkan diri kepada tuhannya serta mendapat keampunan. Antara kelebihan-kelebihan wudhu adalah seperti berikut :
1 – Sebahagian Dari Iman Diriwayatkan daripada Abu Malik al-Ash’ari r.a., Nabi S.A.W. bersabda: “Bersuci itu adalah sebahagian daripada iman…” (H/R. Muslim, no. 223)
2 – Wudhu’ Yang Sempurna Menghapuskan Dosa Pengambilan wudhu’ yang sempurna bukan sahaja jaminan diterima solatnya tetapi ianya juga dapat menghapuskan dosa-dosa selagi tidak melakukan kesyirikan. Rasulullah S.A.W. bersabda: “Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah S.A.W. : Apabila seseorang hamba muslim atau mukmin berwudhu’ maka setelah ia membasuh wajahnya, keluarlah dari wajahnya segala dosa yang telah dilihat oleh kedua matanya melalui air atau bersama titisan air yang terakhir. Ketika membasuh kedua tangannya keluarlah dari kedua tangannya setiap dosa yang telah dilakukan oleh kedua tangannya bersama air atau bersama titisan air yang terakhir. Sewaktu ia membasuh kedua belah kakinya, keluarlah dari kedua kakinya setiap dosa yang dilangkah oleh kedua kakinya bersama air atau bersama air terakhir sehinggalah setelah ia selesai berwudhu’ ia bersih dari dosa-dosanya.” (H/R. Muslim, 1/148) “Barangsiapa yang berwudhu’ seperti ini (seperti wudhu’nya Rasulullah), diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu dan solat serta perjalanannya ke masjid adalah dipenuhi pahala”. (H/R. Muslim, 3/113) Dari Abi Umamah r.a. berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda: “Apabila seseorang muslim berwudhu’ maka akan keluar dosa-dosanya dari pendengarannya (telinganya), matanya, tangannya dan dari kedua kakinya. Apabila ia duduk menanti solat, ia duduk dalam keampunan (diampunkan) dosa-dosanya.” (H/R. Ahmad, 5/252. Hadis Hasan: Lihat Jami’ as-Saghir, No. 461)
3 – Wudhu’ Mengangkat Darjat Manusia Diriwayatkan daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “Sesungguhnya Rasulullah S.A.W. telah bersabda: Sukakah kamu semua sekiranya aku tunjukkan kepada kalian akan amalan yang dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengangkat beberapa darjat kalian? Mereka menjawab: “Ya, wahai Rasulullah”. Maka Baginda S.A.W. pun bersabda: “Iaitu (antaranya) menyempurnakan wudhu’ walaupun dalam keadaan yang tidak disenangi (seperti kesejukan dan sebagainya)…” (H/R. Muslim, no: 253)
4 – Wudhu’ Dapat Membuka Pintu Ke Syurga Diriwayatkan dari Umar bin al-Khattab r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda: “Tiada seorang pun dari kalian yang berwudhu’, lalu ia menyampaikan atau meratakan wudhu’nya, kemudian dia mengucapkan: “Asyhadu alla ilaha illallah wa anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rasuluh”, melainkan dibukalah untuknya pintu syurga yang lapan, dia boleh memasuki dari pintu mana pun yang dia kehendaki.” (H/R. Muslim, no: 234)
5 – Wudhu’ Memberi Cahaya Di Akhirat Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah S.A.W. telah bersabda: “Perhiasan-perhiasan di syurga itu sampai di tubuh seorang mukmin, bersesuaian dengan anggota yang dicapai oleh wudhu’.” (H/R. Muslim, no: 250)
6 – Wudhu’ Dapat Membuka Ikatan Syaitan Dari Abu Hurairah r.a, beliau meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W., bahawa syaitan mengikut manusia ketika tidur di malam hari, dengan tiga ikatan. Kemudian Rasulullah S.A.W. memberitahu cara untuk merungkai ikatan tersebut, dalam sabda Baginda S.A.W. : “…sekiranya dia (manusia) bangun (dari tidurnya), dan mengingati Allah, bebaslah satu ikatan. Sekiranya dia berwudhu’ pula, bebaslah satu ikatan lagi, dan sekiranya dia bersolat, bebaslah satu ikatan lagi. Maka dia akan menjadi segar dan baik dirinya. Sekiranya dia tidak melakukannya (berzikir, wudhu’, dan bersolat), maka dia akan menjadi buruk dan pemalas.” (H/R. al-Bukhari, no: 1091)
Antara kelebihan-kelebihan lainnya adalah seperti berikut :
– Orang yag tidur dalam keadaan berwuduk pahalanya seperti berpuasa.
– Orang yang wuduk sebelum tidur, malaikat tidur bersamanya.
– Nabi kenal umatnya melalui cahaya wuduk. Wuduk selepas wuduk yang belum batal umpama – Cahaya atas cahaya (Nur ala nur) , sudah cerah lagi bersuluh.
- Doa selepas wuduk mengugurkan dosa.
– Wuduk menjadi kafarah, menghapus dosa antara 2 waktu solat.
– Air wuduk dan mandi junub menghasilkan malaikat yang berdoa dan minta ampun untuk tuannya
1 – Sebahagian Dari Iman Diriwayatkan daripada Abu Malik al-Ash’ari r.a., Nabi S.A.W. bersabda: “Bersuci itu adalah sebahagian daripada iman…” (H/R. Muslim, no. 223)
2 – Wudhu’ Yang Sempurna Menghapuskan Dosa Pengambilan wudhu’ yang sempurna bukan sahaja jaminan diterima solatnya tetapi ianya juga dapat menghapuskan dosa-dosa selagi tidak melakukan kesyirikan. Rasulullah S.A.W. bersabda: “Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah S.A.W. : Apabila seseorang hamba muslim atau mukmin berwudhu’ maka setelah ia membasuh wajahnya, keluarlah dari wajahnya segala dosa yang telah dilihat oleh kedua matanya melalui air atau bersama titisan air yang terakhir. Ketika membasuh kedua tangannya keluarlah dari kedua tangannya setiap dosa yang telah dilakukan oleh kedua tangannya bersama air atau bersama titisan air yang terakhir. Sewaktu ia membasuh kedua belah kakinya, keluarlah dari kedua kakinya setiap dosa yang dilangkah oleh kedua kakinya bersama air atau bersama air terakhir sehinggalah setelah ia selesai berwudhu’ ia bersih dari dosa-dosanya.” (H/R. Muslim, 1/148) “Barangsiapa yang berwudhu’ seperti ini (seperti wudhu’nya Rasulullah), diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu dan solat serta perjalanannya ke masjid adalah dipenuhi pahala”. (H/R. Muslim, 3/113) Dari Abi Umamah r.a. berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda: “Apabila seseorang muslim berwudhu’ maka akan keluar dosa-dosanya dari pendengarannya (telinganya), matanya, tangannya dan dari kedua kakinya. Apabila ia duduk menanti solat, ia duduk dalam keampunan (diampunkan) dosa-dosanya.” (H/R. Ahmad, 5/252. Hadis Hasan: Lihat Jami’ as-Saghir, No. 461)
3 – Wudhu’ Mengangkat Darjat Manusia Diriwayatkan daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “Sesungguhnya Rasulullah S.A.W. telah bersabda: Sukakah kamu semua sekiranya aku tunjukkan kepada kalian akan amalan yang dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengangkat beberapa darjat kalian? Mereka menjawab: “Ya, wahai Rasulullah”. Maka Baginda S.A.W. pun bersabda: “Iaitu (antaranya) menyempurnakan wudhu’ walaupun dalam keadaan yang tidak disenangi (seperti kesejukan dan sebagainya)…” (H/R. Muslim, no: 253)
4 – Wudhu’ Dapat Membuka Pintu Ke Syurga Diriwayatkan dari Umar bin al-Khattab r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda: “Tiada seorang pun dari kalian yang berwudhu’, lalu ia menyampaikan atau meratakan wudhu’nya, kemudian dia mengucapkan: “Asyhadu alla ilaha illallah wa anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rasuluh”, melainkan dibukalah untuknya pintu syurga yang lapan, dia boleh memasuki dari pintu mana pun yang dia kehendaki.” (H/R. Muslim, no: 234)
5 – Wudhu’ Memberi Cahaya Di Akhirat Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah S.A.W. telah bersabda: “Perhiasan-perhiasan di syurga itu sampai di tubuh seorang mukmin, bersesuaian dengan anggota yang dicapai oleh wudhu’.” (H/R. Muslim, no: 250)
6 – Wudhu’ Dapat Membuka Ikatan Syaitan Dari Abu Hurairah r.a, beliau meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W., bahawa syaitan mengikut manusia ketika tidur di malam hari, dengan tiga ikatan. Kemudian Rasulullah S.A.W. memberitahu cara untuk merungkai ikatan tersebut, dalam sabda Baginda S.A.W. : “…sekiranya dia (manusia) bangun (dari tidurnya), dan mengingati Allah, bebaslah satu ikatan. Sekiranya dia berwudhu’ pula, bebaslah satu ikatan lagi, dan sekiranya dia bersolat, bebaslah satu ikatan lagi. Maka dia akan menjadi segar dan baik dirinya. Sekiranya dia tidak melakukannya (berzikir, wudhu’, dan bersolat), maka dia akan menjadi buruk dan pemalas.” (H/R. al-Bukhari, no: 1091)
Antara kelebihan-kelebihan lainnya adalah seperti berikut :
– Orang yag tidur dalam keadaan berwuduk pahalanya seperti berpuasa.
– Orang yang wuduk sebelum tidur, malaikat tidur bersamanya.
– Nabi kenal umatnya melalui cahaya wuduk. Wuduk selepas wuduk yang belum batal umpama – Cahaya atas cahaya (Nur ala nur) , sudah cerah lagi bersuluh.
- Doa selepas wuduk mengugurkan dosa.
– Wuduk menjadi kafarah, menghapus dosa antara 2 waktu solat.
– Air wuduk dan mandi junub menghasilkan malaikat yang berdoa dan minta ampun untuk tuannya
Kemalasan Membawa Kepada Buta Ilmu
Kemalasan manusia zaman sekarang yang dapat dilihat ialah sikap malas membaca. Sikap inilah yang sentiasa diterapkan dalam diri insan yang bernama manusia khususnya kaum melayu. Saya bukan nak sokong (yahudi) atau perlekehkan orang melayu tetapi perbuatan ini berlaku secara realitinya dan boleh lihat sendiri secara fizikalnya. Sikap inilah yang menyebabkan manusia (melayu) sentiasa berada dilandasan bawah atau ketinggalan dalam mengecapi kemenangan.
Bukan itu sahaja, dalam soal bab hukum-hakam sahaja pun belum pasti ada yang boleh menjawab apabila seseorang ingin bertanya kepadanya. Sekiranya yang bertanya itu orang bukan islam, apakah jawapan yang boleh kita ajukan sekiranya hukum-hakam agama sendiri pun masih lagi buta. Perbuatan ini bukan sahaja memalukan diri sendiri malah boleh memberikan kesan kepada agama khususnya agama islam.
Kejahilan berlaku sebenarnya berpunca daripada sikap individu itu sendiri yang malas dalam mencari ilmu.
Cara Rasullulah S.A.W Menjaga Kesihatan Diri
SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasulullah mengajak umatnya untuk bangun sebelum Subuh bagi melaksanakan solat sunat, solat fardu dan solat Subuh secara berjemaah.
Hal ini memberi hikmah yang mendalam antaranya mendapat limpahan pahala, kesegaran udara subuh yang baik terutama untuk merawat penyakit tibi sertamemperkuatkan akal fikiran.
AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasulullah sentiasa bersih dan rapi. Setiap Khamis atau Jumaat, Bagindamencuci rambut halus di pipi, memotong kuku, bersikat serta memakai minyak wangi.
“Mandi pada hari Jumaat adalah sangat dituntut bagi setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan pemakai harum-haruman.”
(Hadis riwayat Muslim)
TIDAK PERNAH MAKAN BERLEBIHAN
Sabda Rasulullah w yang bermaksud: “Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan apabila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).”
(Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada tiga ruang untuk tiga benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.
Bahkan ada satu pendidikan khusus bagi umat Islam iaitu dengan berpuasa pada Ramadan bagi menyeimbangkan kesihatan selain Nabi selalu berpuasa sunat.
GEMAR BERJALAN KAKI
Rasulullah berjalan kaki ke masjid, pasar, medan jihad dan mengunjungi rumah sahabat. Apabila berjalan kaki, peluh pasti mengalir, roma terbuka dan peredaran darah berjalan lancar.
Ini penting untuk mencegah penyakit jantung. Berbanding kita sekarang yang lebih selesa menaiki kenderaan. Kalau mahu meletakkan kenderaan, mesti letak betul-betul di hadapan tempat yang hendak kita pergi.
TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah ‘jangan marah’ diulangi sampai tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kesihatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasad, tetapi lebih kepada kebersihan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan perasaan marah iaitu dengan mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka hendaklah kita duduk dan apabila sedang duduk, maka perlu berbaring.
Kemudian membaca Ta’awwudz kerana marah itu daripada syaitan, segera mengambil wuduk dan solat dua rakaat bagi mendapat ketenangan serta menghilang kan gundah di hati.
OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis memberikan kesan emosional yang mendalam bagi kelapangan jiwa selain perlu banyakkan sabar, istiqamah, bekerja keras serta tawakal kepada Allah s.w.t.
TIDAK PERNAH IRI HATI
Bagi menjaga kestabilan hati dan kesihatan jiwa, semestinya kita perlu menjauhi daripada sifat iri hati. “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah.”
PEMAAF
Pemaaf adalah sifat yang sangat dituntut bagi mendapatkan ketenteraman hati dan jiwa. Memaafkan orang lain membebaskan diri kita daripada dibelenggu rasa kemarahan.
Sekiranya kita marah, maka marah itu melekat pada hati. Justeru, jadilah seorang yang pemaaf kerana yang pasti badan sihat.
“BAHAGIA sebenarnya bukan MENDAPAT tetapi dengan MEMBERI. Sebenarnya, banyak lagi cara hidup sihat rasulullah.. semoga hati kita semakin dekat dengan Nabi yang amat kita rindukan pertemuan dengannya..”
Hidupkanlah Sunnah Nabi S.A.W Kerana Sunnah Nabi Akan Membawa Kejayan Dunia dan Akhirat.
KEMANISAN UKHWAH!!!
KEMANISAN UKHWAH
Sahabat...
Rasa cinta adalah fitrah manusia. Kerananya, percintaan adalah rentangan waktu kehidupan manusia yang akan mereka lalui dengan keindahan dan haru biru. Cinta yang tulus, insyaAllah akan menyelamatkan manusia dari api neraka yang maha dahsyat panasnya.
Cinta tulus, terbesar dan hakiki adalah cinta kepada Allah. Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah sabda Rasulullah SAW. melalui Anas ra., "Ada tiga perkara yang barangsiapa dalam dirinya terdapat ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, iaitu Allah dan RasulNya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tiada lain hanya kerana Allah; dan tidak ingin kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah sebagaimana dia tidak ingin kalau dicampakkan ke dalam api."
Sahabat...
Sesungguhnya persaudaraan kita merupakan buah dari ketinggian akhlak, dan tafarruq (perselisihan) kita merupakan akibat dari rendahnya akhlak. Akhlak yang bagus membuahkan rasa saling cinta, saling sayang, dan saling memberikan manfaat. Kerana itu, cinta melahirkan ukhuwah. Ukhuwah yang telah digambarkan secara mengharukan oleh Bilal, Amar dan Zaid, atau Umar, Ali dan Utsman, yang bersanding dan bercinta kerana Allah. Kasih sayang diantara mereka merupakan gambaran janin ukhuwah yang dikandung dalam perut iman, dan terlahir dari ibu yang bernama iman.
Ukhuwah bererti bersatunya hati-hati yang ruhnya terikat dengan ikatan akidah. Kerananya, persaudaraan adalah bentuk keimanan yang terikat dengan akidah yang amat kuat. Sementara perpecahannya adalah gambaran kekufuran, yang menempatkan keimanan dan kasih sayang di tempat sampah. Oleh kerana itu, manusia yang benar fikrahnya adalah manusia yang melihat saudaranya lebih utama dibanding dirinya sendiri. Jika perkara ini terjadi, ukhuwah akan terasa sangat indah, nikmat, dan manis.
Sahabat...
Persaudaraan dan saling mencintai kerana Allah adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam agama kita. Siapapun yang berupaya mewujudkannya, tiada perkara lain baginya kecuali syurga yang maha indah.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersaudara dengan seseorang kerana Allah, maka Allah mengangkatnya satu darjat di syurga, yang tidak didapatnya dengan sesuatu amalan lainnya".
Ibnu Jarir pun meriwayatkan sabda Rasulullah SAW. dari Ibnu 'Abbas ra., ia berkata, "Barangsiapa mencintai seseorang kerana Allah, membenci seseorang kerana Allah, membela seseorang kerana Allah, dan memusuhi seseorang kerana Allah, maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan dari Allah boleh diperoleh dengan perkara tersebut.
Seorang hamba tidak akan menemukan nikmatnya iman, sekalipun banyak sholat dan shaum, sehingga dia bersikap demikian. Persahabatan diantara manusia pada umumnya didasarkan atas kepentingan dunia, namun perkara itu tidak berguna sedikitpun bagi mereka."
Sahabat...
Cinta seorang Mukmin adalah kekuatan. Ia bagaikan perekat yang mengikat batu bata individu Muslim dalam sebuah bangunan yang kukuh dan tidak mudah roboh. Allah Swt. Berfirman;
Sementara itu, Rasulullah Saw bersabda, "Mukmin yang satu terhadap Mukmin yang lain itu bagaikan bangunan yang mengikat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya." HR. Muttafaqun 'Alaih
Sahabat...
Persaudaraan Islam bukanlah suatu permasalahan sampingan dalam Islam, tetapi ia menjadi salah satu prinsip dasar yang menyertai syahadah (persaksian) terhadap keesaan Allah dan kesaksian terhadap kerasulan Muhammad Saw. Persaudaraan merupakan buah dan konsekuensi keimanan yang amat sangat indah. Kerana itu, kita harus sama-sama yakin bahawa keindahanNya qadim. KeagunganNya tinggi. Kekuasaan dan penguasaanNya Maha Dahsyat. KeindahanNya berpadu dengan kemuliaan. KeagunganNya berpadu dengan keluhuran. KebesaranNya tidak pernah berakhir. KeindahanNya pesona hati. KeagunganNya meningkatkan cinta. Sungguh, tiada cinta yang hakiki kecuali cintaNya kepada kita sebagai makhlukNya, dan cinta kita kepadaNya. Adakah kita merasakan semuanya?
"Tidaklah dua orang saling
mencintai kerana Allah, melainkan orang yang paling dicintai Allah,
diantara keduanya ialah orang yang paling besar cintanya kepada
saudaranya." HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim
Sahabat...
Rasa cinta adalah fitrah manusia. Kerananya, percintaan adalah rentangan waktu kehidupan manusia yang akan mereka lalui dengan keindahan dan haru biru. Cinta yang tulus, insyaAllah akan menyelamatkan manusia dari api neraka yang maha dahsyat panasnya.
Cinta tulus, terbesar dan hakiki adalah cinta kepada Allah. Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah sabda Rasulullah SAW. melalui Anas ra., "Ada tiga perkara yang barangsiapa dalam dirinya terdapat ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, iaitu Allah dan RasulNya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tiada lain hanya kerana Allah; dan tidak ingin kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah sebagaimana dia tidak ingin kalau dicampakkan ke dalam api."
Sahabat...
Sesungguhnya persaudaraan kita merupakan buah dari ketinggian akhlak, dan tafarruq (perselisihan) kita merupakan akibat dari rendahnya akhlak. Akhlak yang bagus membuahkan rasa saling cinta, saling sayang, dan saling memberikan manfaat. Kerana itu, cinta melahirkan ukhuwah. Ukhuwah yang telah digambarkan secara mengharukan oleh Bilal, Amar dan Zaid, atau Umar, Ali dan Utsman, yang bersanding dan bercinta kerana Allah. Kasih sayang diantara mereka merupakan gambaran janin ukhuwah yang dikandung dalam perut iman, dan terlahir dari ibu yang bernama iman.
Ukhuwah bererti bersatunya hati-hati yang ruhnya terikat dengan ikatan akidah. Kerananya, persaudaraan adalah bentuk keimanan yang terikat dengan akidah yang amat kuat. Sementara perpecahannya adalah gambaran kekufuran, yang menempatkan keimanan dan kasih sayang di tempat sampah. Oleh kerana itu, manusia yang benar fikrahnya adalah manusia yang melihat saudaranya lebih utama dibanding dirinya sendiri. Jika perkara ini terjadi, ukhuwah akan terasa sangat indah, nikmat, dan manis.
Sahabat...
Persaudaraan dan saling mencintai kerana Allah adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam agama kita. Siapapun yang berupaya mewujudkannya, tiada perkara lain baginya kecuali syurga yang maha indah.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersaudara dengan seseorang kerana Allah, maka Allah mengangkatnya satu darjat di syurga, yang tidak didapatnya dengan sesuatu amalan lainnya".
Ibnu Jarir pun meriwayatkan sabda Rasulullah SAW. dari Ibnu 'Abbas ra., ia berkata, "Barangsiapa mencintai seseorang kerana Allah, membenci seseorang kerana Allah, membela seseorang kerana Allah, dan memusuhi seseorang kerana Allah, maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan dari Allah boleh diperoleh dengan perkara tersebut.
Seorang hamba tidak akan menemukan nikmatnya iman, sekalipun banyak sholat dan shaum, sehingga dia bersikap demikian. Persahabatan diantara manusia pada umumnya didasarkan atas kepentingan dunia, namun perkara itu tidak berguna sedikitpun bagi mereka."
Sahabat...
Cinta seorang Mukmin adalah kekuatan. Ia bagaikan perekat yang mengikat batu bata individu Muslim dalam sebuah bangunan yang kukuh dan tidak mudah roboh. Allah Swt. Berfirman;
Sementara itu, Rasulullah Saw bersabda, "Mukmin yang satu terhadap Mukmin yang lain itu bagaikan bangunan yang mengikat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya." HR. Muttafaqun 'Alaih
Sahabat...
Persaudaraan Islam bukanlah suatu permasalahan sampingan dalam Islam, tetapi ia menjadi salah satu prinsip dasar yang menyertai syahadah (persaksian) terhadap keesaan Allah dan kesaksian terhadap kerasulan Muhammad Saw. Persaudaraan merupakan buah dan konsekuensi keimanan yang amat sangat indah. Kerana itu, kita harus sama-sama yakin bahawa keindahanNya qadim. KeagunganNya tinggi. Kekuasaan dan penguasaanNya Maha Dahsyat. KeindahanNya berpadu dengan kemuliaan. KeagunganNya berpadu dengan keluhuran. KebesaranNya tidak pernah berakhir. KeindahanNya pesona hati. KeagunganNya meningkatkan cinta. Sungguh, tiada cinta yang hakiki kecuali cintaNya kepada kita sebagai makhlukNya, dan cinta kita kepadaNya. Adakah kita merasakan semuanya?
Wallahualam.
PEMUDA VS PEMUDI : LOGIKKAH??
Logikkah?
Ramai menganggap lelaki bersalah jika berkawan mesra dengan seorang perempuan, tetapi bukan niat untuk dihalalkan (kahwin)?
Patutkah?
Seorang perempuan berkawan mesra, melayan seorang lelaki, tetapi sekadar teman biasa, dengan alasan selesa berkawan sedemikian?
Salahkah?
Apabila lelaki dilayan mesra itu, berasa tertarik, lalu meluahkan perasaan untuk mengubah perhubungan kawan yang penuh batasan menjadi teman yang pasti halal, lantas dikatakan tidak ikhlas dalam berkawan.
Setujukah?
Berkawan lelaki dan perempuan, BIASANYA akan ada atau bakal timbul satu perasaan lumrah, ke arah pernikahan.
Solusinya..
Matlamat tidak pernah menghalalkan cara.
Tutuplah jalan-jalan fitnah yang tidak pasti bila datang, kerana ketakwaan.
Samada sekadar keperluan atau untuk pernikahan..
Jika perlu berhubung lelaki dan perempuan, pastikan sekadar keperluan,
Segala yang berlebihan, layanan mesra MESTILAH dijauhkan
Jika ada PERASAAN, ikhlaskan, ikut saluran yang betul.
Untuk kaum Adam,
Jika ada perasaan, pastikan mengikut saluran yang betul, berdasarkan pedoman Al-Quran dan Sunnah Nabi Junjungan SAW.
Jika ditolak samada penuh kehormatan atau tidak berbalas, anggaplah ianya 'ibrah (pengajaran) dan khibrah (pengalaman) kehidupan.
Untuk kaum Hawa,
Jika ada menerima luahan penuh keikhlasan yg telah mengikut saluran yg betul, cubalah balas keikhlasan dengan kejujuran, "berkatalah benar walau jawapannya penuh kepahitan".
Jika tiada kemampuan, gunalah kebijaksanaan untuk menyatakan juga jawapan (mungkin melalui saluran orang tengah), apa yang penting, jujur dan tenang dalam jawapan.
INGATLAH SABDA RASULULLAH SAW:
Jika kita suka kebaikan, kejujuran dan keikhlasan untuk diri kita, maka lakukanlah sedemikian rupa untuk saudara-saudara kita, kerana itulah tanda kesempurnaan Iman..
Semoga Allah membalas segala kebaikan mereka dan kita dengan dipermudahkan segala urusan, kerana sebagaimana Sabda Nabi SAW:
"Stereng" kehidupan ada di tangan kita untuk menentukan hala "tayar" ke arah destinasi kebaikan.
Mungkin ada yang mampu memberi FREE ADVICE, tetapi perubahan diri bukanlah AUTO-DRIVE
Ramai menganggap lelaki bersalah jika berkawan mesra dengan seorang perempuan, tetapi bukan niat untuk dihalalkan (kahwin)?
Patutkah?
Seorang perempuan berkawan mesra, melayan seorang lelaki, tetapi sekadar teman biasa, dengan alasan selesa berkawan sedemikian?
Salahkah?
Apabila lelaki dilayan mesra itu, berasa tertarik, lalu meluahkan perasaan untuk mengubah perhubungan kawan yang penuh batasan menjadi teman yang pasti halal, lantas dikatakan tidak ikhlas dalam berkawan.
Setujukah?
Berkawan lelaki dan perempuan, BIASANYA akan ada atau bakal timbul satu perasaan lumrah, ke arah pernikahan.
Solusinya..
Matlamat tidak pernah menghalalkan cara.
Tutuplah jalan-jalan fitnah yang tidak pasti bila datang, kerana ketakwaan.
Samada sekadar keperluan atau untuk pernikahan..
Jika perlu berhubung lelaki dan perempuan, pastikan sekadar keperluan,
Segala yang berlebihan, layanan mesra MESTILAH dijauhkan
Jika ada PERASAAN, ikhlaskan, ikut saluran yang betul.
Untuk kaum Adam,
Jika ada perasaan, pastikan mengikut saluran yang betul, berdasarkan pedoman Al-Quran dan Sunnah Nabi Junjungan SAW.
Jika ditolak samada penuh kehormatan atau tidak berbalas, anggaplah ianya 'ibrah (pengajaran) dan khibrah (pengalaman) kehidupan.
Untuk kaum Hawa,
Jika ada menerima luahan penuh keikhlasan yg telah mengikut saluran yg betul, cubalah balas keikhlasan dengan kejujuran, "berkatalah benar walau jawapannya penuh kepahitan".
Jika tiada kemampuan, gunalah kebijaksanaan untuk menyatakan juga jawapan (mungkin melalui saluran orang tengah), apa yang penting, jujur dan tenang dalam jawapan.
INGATLAH SABDA RASULULLAH SAW:
"Tidak
beriman seseorang kamu (masih belum sempurna imannya), sehingga dia
menyukai (sesuatu kebaikan terjadi) untuk saudaranya, sebagaimana dia
menyukai (kebaikan itu terjadi) untuk dirinya sendiri".
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
Kesimpulannya,(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
Jika kita suka kebaikan, kejujuran dan keikhlasan untuk diri kita, maka lakukanlah sedemikian rupa untuk saudara-saudara kita, kerana itulah tanda kesempurnaan Iman..
Semoga Allah membalas segala kebaikan mereka dan kita dengan dipermudahkan segala urusan, kerana sebagaimana Sabda Nabi SAW:
"Allah pasti menolong hambaNya, selagi mana dia menolong saudaranya"
(Hadis Riwayat Muslim)
Muhasabahlah demi satu perubahan, kerana perubahan ke arah kebaikan pasti membentuk kehidupan penuh kesejahteraan.(Hadis Riwayat Muslim)
"Stereng" kehidupan ada di tangan kita untuk menentukan hala "tayar" ke arah destinasi kebaikan.
Mungkin ada yang mampu memberi FREE ADVICE, tetapi perubahan diri bukanlah AUTO-DRIVE
Tolonglah... jangan bersedih!
Jangan bersedih, Allah Maha pengampun dan Maha penerima taubat
Jangan bersedih, setiap sesuatu telah ada qada dan qadar
Jangan bersedih, kerana kelapangan pasti datang
Jangan bersedih, kerana rahmat Allah melimpah ruah
Jangan bersedih, memaafkan org yg menyakiti itu lebih baik
Jangan bersedih, masih banyak lagi nikmat yg ada pada diri kita
Jangan bersedih, pilihan Allah adalah yang terbaik
Jangan bersedih, selagi anda masih boleh berbuat baik kepada org lain
Jangan bersedih, kerana banyak lagi jalan untuk meringankan musibah
Jangan bersedih, masih ramai org yang menyayangi anda
Jangan bersedih, tanyalah dirimu tentang hari ini, kemarin dah esok
Jangan bersedih, selagi anda beriman kepada Allah
Jangan bersedih, nikmati lah apa yang anda miliki sekarang
Jangan bersedih, boleh jadi cubaan ini adalah anugerah
Jangan bersedih, kerana anda berbeza dengan orang lain
Jangan bersedih, terkadang kesulitan mengandungi manfaat
Jangan bersedih, kehidupan ini lebih singkat dari yg kita jangkakan
Jangan bersedih, kesedihan akan membuatkan musuh anda gembira
Jangan bersedih, hadapilah kenyataan walaupun pedih
Jangan bersedih, kerana...segalanya akan berakhir..Insya-Allah.
Tolonglah, jangan bersedih!
mari senyum secomel - comelnya. weee~ (^^)v
Simpanlah air mata-air mata tangisan itu semua buat bekalan untuk
menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri,
segala dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati
hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah S.W.T.
Subscribe to:
Posts (Atom)



